MAGETAN – Dalam upaya memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan, Rutan Kelas IIB Magetan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur melaksanakan kunjungan studi lapangan ke kandang ayam petelur milik Sigit Wijang di Kelurahan Mangkujayan, Kabupaten Magetan, Kamis (11/6). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto, didampingi Kasubsie Pelayanan Tahanan Galogo Sakti beserta staf.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan dan peningkatan program budidaya ayam petelur yang telah berjalan di Rutan Magetan. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Rutan Magetan berupaya memperdalam pengetahuan dan menambah wawasan terkait pengelolaan peternakan ayam petelur yang efektif, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung optimalisasi program pembinaan kemandirian warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan mendapatkan penjelasan langsung dari Sigit Wijang mengenai berbagai aspek budidaya ayam petelur, mulai dari usia produktif ayam, proses produksi telur, teknik pemeliharaan dan perawatan harian, hingga penanganan berbagai penyakit yang umum menyerang ternak unggas. Peternakan yang dikelolanya saat ini menampung sekitar 2.500 ekor ayam petelur dengan rata-rata produksi mencapai 141 kilogram telur per hari. Capaian tersebut menjadi salah satu contoh keberhasilan usaha peternakan yang dapat dijadikan referensi dalam pengembangan program budidaya ayam petelur di Rutan Magetan.
Selain aspek teknis budidaya, Sigit Wijang juga memaparkan strategi pemasaran hasil produksi telur serta pengelolaan limbah peternakan yang ramah lingkungan. Pengelolaan limbah menjadi salah satu perhatian penting dalam operasional peternakan ayam petelur, termasuk upaya mengatasi bau dan kotoran agar tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan sekitar.
Melalui studi lapangan ini, Rutan Magetan memperoleh berbagai masukan dan praktik baik yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas peternakan ayam petelur yang telah ada. Program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pelatihan keterampilan kerja bagi warga binaan agar memiliki bekal yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto, menyampaikan bahwa budidaya ayam petelur yang telah berjalan di Rutan Magetan akan terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih optimal bagi warga binaan maupun institusi.
Melalui kegiatan ini, Rutan Magetan menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan. Sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan serta mendukung pelaksanaan program ketahanan pangan sesuai arahan pimpinan dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Humas Rutan Magetan)

Komentar
Posting Komentar